Hmmm kenapa dan ada apa
apa yang ada dipikiran kalian
sejak kemarin sampai saat ini
haruskah aku
menjawab...
menjelaskan...
satu persatu
rasa penasaran kalian
Ahaha tidak ada apa-apa
tidak tentang rasa atau apalah
tidak ada apa-apa
lihat aku...
memang aku seperti ini
samar dengan ekspresi yang sama
yang mungkin menambah penasaran
Senin, 27 Juni 2011
Rabu, 15 Juni 2011
masa lalu
Yang lalu......
Masih ada rasa ini
disetiap tempat yang ku lalui
rasa yang menguji urat–urat kesabaranku
membuatku beredar tanpa pasti
dan hampir merobohkan aku
Aku selalu mencoba menepis
Masih tentang rasa yang timbul dan tenggelam
tentang rasa yang hinggap dan sulit di lupakan
Sampai akhirnya aku bisa melawan kebimbanganku
aku putuskan
menitipkan rasa semu ini padaMu
tanpa tahu kapan, tempat dan cara bagaimana
kan ku raih kembali
berharap semoga
akan datang sendiri di saat yang tepat
Saat aku mampu dan memenuhi
segala kewajibanku
Pada orang-orang terkasih
Aku iklaskan yang lalu untuk masa depan
Sekarang...
CintaMu yang menemaniku
Yang memberiku manis tanpa celah
Yang mengajariku untuk memiliki
dan menerima kehilangan
Selasa, 14 Juni 2011
dia,dia,dia
Dia menjauhkanmu dariku
Belum pernah selama ini
Dan kali ini berlalu tanpa batas
Membalik ke masa lalu
Aku membuka kembali kisah awal kita bertemu
Mengenal sampai menyudahi semua
Saat itu aku belum jadi aku
yang mengenal arti kita yang sesungguhnya
Ketika aku mengerti tentang semua itu
Sudah tidak ada kisah dalam genggamanku
Aku tidak menyesal atau mengeluh
Bila putih ini menjadi abu-abu
Setiap jalan yang kita lewati
Semua telah tertulis olehNya
Dia yang membolak-balikan hati
Kita yang mencintai bisa membenci
Dia yang menggerakan hati
Kita yang membenci bisa berjabat tangan
Tersenyum dan saling mendoakan
Doa itu yang menjadi penutup antara kita saat ini
Mengantarkan kita pada pengharapan yang tertunda
semoga akan datang jawaban
dan menjadi jalan terbaik dariNya
dan menjadi jalan terbaik dariNya
untuk ku, kamu dan kita di masa depan
Kamis, 09 Juni 2011
Ibu (Iwan Fals)
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Senin, 06 Juni 2011
Manis Kalau Pakai Jilbab
Ini saat “Ridho” masih kecil, ketika baru bisa duduk. Ini kelakuan kakaknya yang make’in jilbab. Ternyata dia sangat imut dan cantik dengan jilbab itu. Siapa yang sangka kalau yang di foto itu cowo. Haha sudah banyak yang tertipu dengan foto ini.
Si Kecil *1
Ridho sekarang baru berumur 2 tahun lebih. Dia sudah pandai berhitung. Ya...walau baru angka 1-10.
Dulu dia paling tidak bisa menyebut kata “tujuh”. Hmmmm aku tidak tau juga kenapa angka ini sulit disebut.
Setiap aku meminta si kecil ini berhitung, pasti lancar di angka 1-6, tetapi pas diangka 7 tidak bisa.
Bagaimana bisa sehabis angka 6 dia bilang “Tuhan” bukan “tujuh”. Tidak ada yang mengajarinya seperti itu.
Memang anak kecil kelakuannya aneh-aneh saja. Tetapi sekarang sudah bisa menyebut angka 7. Haha hebatt!!
Langganan:
Komentar (Atom)

